KEDUDUKAN DAN FUNGSI THAHARAH DALAM ISLAM SERTA PEMAHAMAN TENTANGĀ NAJIS DAN HADATS
DOI:
https://doi.org/10.55721/b395rk44Abstract
Penelitian ini mengkaji secara komprehensif mengenai posisi strategis dan peran vital thaharah dalam sistem peribadatan Islam, khususnya dalam memahami konseptual hadas dan najis sebagai elemen fundamental bersuci. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber primer berupa Al-Qur'an dan hadits, serta sumber sekunder dari kitab-kitab fikih klasik dan literatur kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thaharah memiliki dimensi multifaset yang mencakup aspek teologis, ritual, sosial, dan kesehatan. Konsep bersuci tidak terbatas pada pembersihan fisik semata, melainkan merupakan manifestasi kesucian spiritual yang menjadi prasyarat keabsahan ibadah tertentu seperti shalat dan thawaf. Najis diklasifikasikan menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat kekotorannya: mukhaffafah (ringan), mutawassithah (sedang), dan mughallazah (berat), dengan metode pensucian yang berbeda-beda. Sementara itu, hadas terbagi menjadi hadas asghar yang dapat dihilangkan melalui wudhu dan hadas akbar yang memerlukan mandi janabah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman mendalam tentang thaharah sangat esensial bagi umat Islam dalam menjalankan kewajiban agama secara optimal, sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya edukasi komprehensif tentang tata cara bersuci yang sesuai dengan tuntunan syariat untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan umat dalam beribadah.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Reza Trio Ananda Reza Trio Ananda , Nailul Muna, Aulia Zahara, Hamzah Irvanda (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









