PEMAHAMAN HAKIM MAHKAMAH SYAR’IYAH KUALA SIMPANG DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA EKONOMI SYARIAH
DOI:
https://doi.org/10.55721/w0mwma98Keywords:
pemahaman, hakim, ekonomi syari'ah,Abstract
Dari hasil penelitian, pasca terbitnya UU No. 3 tahun 2006 tentang perubahan atas UU no. 7 tahun 1989 tentang peradilan agama. Dan qanun Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 10 Tahun 2002 Tentang Peradilan Syariat Islam, telah membawa sejumlah perubahan mendasar bagi lingkungan khususnya dalam penyelesaian perkara sengketa dalam peradilan Agama, sehingga dengan diberlakukannya UU No. 3 tahun 2006, dan qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 10 Tahun 2002. Kewenangan mahkamah syar’iyah selain meliputi perkara-perkara dalam bidang perkawinan, kewarisan, wasiat, hibah, wakaf, dan sedekah juga meliputi perkara-perkara dalam bidang Zakat, infaq dan bidang ekonomi syariah. Walaupun perkara sengketa ekonomi syariah merupakan perkara yang baru di lingkungan mahkamah syar’iyah, namun hakim Mahkamah Syar’iyah Kuala Simpang sudah memiliki kompetensi dalam menyelesaikan kasus sengketa ekonomi syariah.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Zaharullah Yusuf (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









