DEKONSENTRASI LAYANAN KEDARURATAN: MEMUTUS RANTAI GEOGRAFIS DAN KULTURAL KEMATIAN IBU DI ACEH BARAT

Authors

  • Amri Samsuwir Bappeda Aceh Barat Author

DOI:

https://doi.org/10.55721/rskvas65

Abstract

Angka kematian ibu di wilayah terpencil Kabupaten Aceh Barat, khususnya di Kecamatan Sungai Mas dan Woyla, merupakan krisis multidimensi yang dipicu oleh hambatan topografi geografis dan kuatnya cengkeraman budaya patriarki. Meskipun kinerja penyerapan anggaran pemerintah daerah secara administratif sangat tinggi, model layanan kesehatan yang tersentralisasi di wilayah urban dan bersifat pasif mengakibatkan kegagalan sistem evakuasi kedaruratan yang fatal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi transformasi layanan kesehatan melalui pendekatan dekonsentrasi guna memitigasi risiko kematian maternal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 50 informan kunci melalui wawancara mendalam yang ditriangulasi dengan data sekunder pemerintah. Analisis dilakukan menggunakan matriks SWOT (IFE/EFE) untuk memetakan posisi strategis daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kesehatan di Aceh Barat berada pada Kuadran I (Strategi Agresif), di mana kekuatan penyerapan anggaran dan peluang regulasi Dana Desa belum dikapitalisasi secara optimal untuk mengatasi hambatan akses. Artikel ini mendiskusikan pentingnya pergeseran paradigma dari layanan pasif menuju sistem evakuasi mandatori berbasis gampong. Rekomendasi utama diarahkan pada pembentukan regulasi daerah yang mengunci alokasi Dana Desa untuk ambulans gampong dan dana taktis darurat. Langkah ini dinilai sebagai manifestasi keadilan sosial dan perlindungan hak hidup perempuan di wilayah hinterland Aceh Barat.

Kata Kunci: Kematian Ibu, Dekonsentrasi Layanan, Dana Desa, Evakuasi Darurat, Aceh Barat.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-14