ETIKA KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN: KAJIAN SURAT AL-KAHFI AYAT 60–70
Keywords:
Etika Komunikasi, Pendidikan Islam, Surat Al-Kahfi, Nabi Musa, Nabi Khidir.Abstract
Etika komunikasi dalam pendidikan yang terkandung dalam Surat Al-Kahfi ayat 60–70, berkaitan dengan kisah perjalanan Nabi Musa a.s. dan Nabi Khidir a.s. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam tidak hanya memuat ajaran akidah dan ibadah, tetapi juga memberikan prinsip-prinsip komunikasi yang relevan dalam proses pendidikan. Kisah interaksi antara Nabi Musa dan Nabi Khidir menggambarkan hubungan pendidik dan peserta didik yang sarat dengan nilai-nilai etika komunikasi, diantaranya sikap hormat, kesabaran, kerendahan hati, keterbukaan terhadap ilmu, serta penggunaan bahasa yang santun dan edukatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa prinsip etika komunikasi dalam pendidikan yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran, yaitu: (1) komunikasi yang dilandasi niat mencari ilmu dan kebenaran; (2) sikap tawadhu’ atau rendah hati peserta didik terhadap pendidik; (3) kesabaran dalam menerima dan memahami ilmu; (4) penggunaan bahasa yang santun dan menghargai lawan bicara; (5) pemberian penjelasan secara bijaksana dan bertahap oleh pendidik; serta (6) pentingnya dialog sebagai sarana transfer ilmu dan pembentukan karakter. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif dalam pendidikan tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan karakter peserta didik.








